86 Menit di Ruang Sunyi: Pria Ini Alami Hal Mengerikan!

Bagi sebagian orang, kesendirian adalah waktu yang menyenangkan untuk menikmati berbagai hal. Namun, bayangkan menghabiskan waktu sendirian di tempat paling sunyi di dunia. Reaksi tubuh di lingkungan ekstrem tersebut ternyata tak terduga.

Sebuah eksperimen baru-baru ini dilakukan untuk menguji reaksi tubuh manusia di dalam ruangan paling sunyi di dunia, Anechoic Chamber di London South Bank University. Eksperimen ini bertujuan untuk memahami bagaimana tubuh beradaptasi dengan ketiadaan suara sama sekali.

Di dalam Anechoic Chamber, yang dirancang untuk menyerap hampir semua suara, manusia akan mendengar hal-hal yang biasanya terabaikan dalam lingkungan berisik. Suara detak jantung, aliran darah, bahkan suara perut menjadi sangat jelas. Para ilmuwan menjelaskan bahwa kita terbiasa dengan berbagai suara latar, bahkan di tempat yang dianggap tenang.

Pengalaman YouTuber di Ruangan Paling Sunyi

YouTuber Callum McGinley secara sukarela mengikuti eksperimen ini. Ia menghabiskan waktu selama 86 menit di dalam Anechoic Chamber, sebuah tantangan mental dan fisik yang luar biasa.

Setelah 86 menit, Callum hanya mampu berucap, “Itu aneh sekali,” menunjukkan betapa luar biasanya pengalaman tersebut. Ia hanya diizinkan berbicara selama 60 detik setiap 5 menit untuk meminimalkan gangguan pada eksperimen.

Keheningan ekstrem di Anechoic Chamber bukan sekadar ketiadaan suara; ia menciptakan sensasi isolasi yang mendalam. Sensasi ini dapat memengaruhi persepsi ruang dan waktu, bahkan menyebabkan disorientasi pada beberapa orang.

Dampak Keheningan Ekstrem terhadap Psikologis

Ketiadaan rangsangan suara dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan menyebabkan perasaan tidak nyaman, bahkan kecemasan. Otak kita, yang terbiasa memproses informasi auditori, akan mengalami kesulitan dalam keadaan tanpa suara.

Beberapa orang melaporkan mengalami halusinasi auditori atau sensasi aneh pada tubuh mereka dalam lingkungan yang benar-benar sunyi. Ini menunjukkan bahwa suara, meskipun tidak selalu disadari, berperan penting dalam regulasi sistem saraf kita.

Eksperimen di Anechoic Chamber ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana lingkungan suara memengaruhi persepsi, kognisi, dan kesejahteraan mental kita. Keheningan yang ekstrem, meskipun tampak menenangkan, sebenarnya dapat menjadi pengalaman yang menantang dan bahkan mengganggu bagi manusia.

Teknologi di Balik Anechoic Chamber

Anechoic Chamber dirancang dengan teknologi khusus untuk menyerap gelombang suara. Dinding, lantai, dan langit-langitnya dilapisi dengan material penyerap suara yang dirancang untuk meminimalkan pantulan gelombang suara. Ini menciptakan ruang yang hampir sepenuhnya sunyi.

Penggunaan bahan penyerap suara yang khusus dan desain ruang yang teliti memastikan bahwa ruang tersebut mampu menyerap suara dengan sangat efektif. Kemampuan ini membuat Anechoic Chamber menjadi lingkungan yang ideal untuk pengujian dan penelitian akustik.

Selain penelitian tentang efek keheningan pada manusia, Anechoic Chamber juga digunakan untuk menguji peralatan audio, melakukan pengukuran akustik presisi tinggi, dan berbagai aplikasi lain yang memerlukan lingkungan yang sangat sunyi.

Exit mobile version