Microwave merupakan alat praktis untuk menghangatkan makanan. Namun, perlu kehati-hatian karena tidak semua makanan cocok dipanaskan dengan microwave. Beberapa makanan dapat berubah tekstur, meledak, bahkan melepaskan zat berbahaya akibat pemanasan yang tidak merata. Hal ini bisa berdampak pada kesehatan.
Beberapa sumber menyebutkan sejumlah makanan yang sebaiknya dihindari dari pemanasan microwave. Panas yang tinggi dapat memicu reaksi kimia yang tidak diinginkan. Berikut beberapa di antaranya beserta penjelasannya.
1. Cabai: Bahaya Uap Capsaicin
Cabai mengandung capsaicin, senyawa yang menyebabkan rasa pedas. Memanaskan cabai dalam microwave dapat menyebabkan capsaicin menguap dan menyebar di udara. Uap capsaicin yang terhirup dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan, menyebabkan batuk dan sesak napas. Lebih baik panaskan cabai dengan cara dipanggang atau ditumis.
Selain itu, pemanasan yang tidak merata dapat menyebabkan beberapa bagian cabai menjadi sangat panas, sementara bagian lain masih dingin. Ini berpotensi menyebabkan luka bakar di mulut jika dikonsumsi secara langsung setelah dipanaskan di microwave.
2. Telur Rebus: Risiko Ledakan
Memanaskan telur rebus utuh di microwave sangat berisiko. Uap yang terperangkap di dalam telur akan menimbulkan tekanan tinggi. Tekanan ini dapat menyebabkan telur meledak saat dipanaskan atau saat dipotong setelah dipanaskan. Pecahan cangkang dan putih telur yang panas dapat menyebabkan luka bakar.
Untuk menghangatkan telur rebus, potong terlebih dahulu menjadi beberapa bagian kecil sebelum dipanaskan. Cara lain yang lebih aman adalah dengan merendam telur dalam air panas selama beberapa menit. Metode ini akan menghangatkan telur secara perlahan dan merata tanpa risiko meledak.
3. Kentang: Potensi Kontaminasi Bakteri
Kentang yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang rentan terhadap kontaminasi bakteri *Clostridium botulinum*, penyebab botulisme, suatu penyakit yang berbahaya. Microwave tidak mampu membunuh bakteri ini. Oleh karena itu, kentang yang sudah dimasak harus segera didinginkan dan disimpan di lemari es.
Hindari memanggang kentang dengan aluminium foil dalam microwave. Aluminium foil dapat memantulkan gelombang mikro dan menyebabkan percikan api, bahkan dapat merusak microwave itu sendiri. Penyimpanan yang tepat dan metode pemanasan yang benar sangat penting untuk mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya pada kentang.
4. Daging Olahan: Pembentukan COP
Daging olahan seperti sosis, bakso, dan nugget sebaiknya dihindari dipanaskan di microwave. Proses pemanasan dalam microwave dapat menghasilkan produk oksidasi kolesterol (COP), senyawa yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. COP terbentuk ketika kolesterol dalam lemak hewan bereaksi dengan oksigen selama proses pemanasan.
Untuk menghangatkan daging olahan, lebih baik gunakan metode lain seperti menggoreng, memanggang, atau menumis. Metode ini lebih aman dan dapat mengurangi pembentukan COP yang berbahaya bagi kesehatan jantung.
5. Saus Tomat: Risiko Percikan
Memanaskan saus tomat dalam microwave berisiko menimbulkan percikan. Uap yang dihasilkan dapat terperangkap dan menciptakan tekanan tinggi di dalam wadah, menyebabkan saus meledak dan meluap saat diaduk atau saat wadah dibuka. Percikan saus panas dapat menyebabkan luka bakar.
Sebagai alternatif, panaskan saus tomat dengan cara dipanaskan di atas kompor dengan api kecil. Metode ini memungkinkan pemanasan yang lebih merata dan mengurangi risiko percikan. Aduk secara berkala agar panas merata.
Cara Aman Menggunakan Microwave
- Gunakan wadah yang dirancang khusus untuk microwave dan tahan panas. Hindari menggunakan wadah plastik, kecuali dinyatakan aman untuk microwave.
- Panaskan makanan dalam waktu singkat dan periksa secara berkala. Aduk makanan agar pemanasan merata.
- Hindari memanaskan makanan dengan kandungan air tinggi dalam wadah tertutup rapat. Uap yang terperangkap dapat menyebabkan tekanan tinggi dan potensi ledakan.
- Bersihkan microwave secara teratur untuk mencegah penumpukan sisa makanan yang dapat menyebabkan percikan api atau bau.
- Jangan pernah memanaskan makanan yang sudah basi atau berbau tidak sedap. Hal ini dapat menimbulkan bakteri dan berbahaya bagi kesehatan.
Dengan memahami makanan yang tidak cocok dipanaskan di microwave dan mengikuti panduan penggunaan yang aman, Anda dapat mencegah risiko kesehatan dan menikmati makanan yang lezat dan bergizi.
Selain poin-poin di atas, perlu diingat bahwa pemanasan di microwave dapat mengurangi nilai gizi beberapa makanan. Oleh karena itu, pertimbangkan metode pemanasan alternatif untuk makanan tertentu agar nilai gizinya tetap terjaga.