Banjir yang melanda sejumlah titik di Bekasi, Jawa Barat, mengakibatkan penambahan durasi perjalanan bus DAMRI rute Bekasi-Bandara Soekarno-Hatta. Head of Corporate Communication DAMRI, Atikah Abdullah, membenarkan hal ini. Beberapa jadwal operasional DAMRI Bekasi terhambat karena kondisi tersebut.
Meskipun DAMRI berupaya agar tidak terjadi keterlambatan keberangkatan, namun penggunaan jalur alternatif menyebabkan durasi perjalanan menjadi lebih lama dari biasanya. Normalnya, perjalanan hanya memakan waktu sekitar 60 menit. Namun, saat ini durasi perjalanan yang sebenarnya belum dapat dipastikan.
Dampak Banjir Bekasi terhadap Layanan DAMRI
Atikah menjelaskan bahwa loket pemasaran DAMRI di Kayuringin Bekasi tetap beroperasi normal dan tidak terdampak banjir. Hanya saja, beberapa titik di sepanjang rute tergenang air, sehingga para pengemudi harus mencari jalur alternatif. Hal ini menyebabkan perjalanan menjadi lebih kompleks dan memakan waktu lebih lama.
Tantangan utama bukan hanya menemukan jalur alternatif, tetapi juga kepadatan lalu lintas di jalur tersebut. Arus kendaraan yang tetap ramai di jalur alternatif membuat perjalanan DAMRI menjadi lebih lambat dari biasanya. Pihak DAMRI pun telah mengimbau penumpang untuk datang lebih awal ke terminal untuk mengantisipasi keterlambatan.
Imbauan dan Persiapan Penumpang
DAMRI telah memberikan informasi terkait dampak banjir Bekasi terhadap perjalanan bus melalui akun Instagram resmi mereka, @damriindonesia. Mereka mengimbau para penumpang untuk memperhitungkan waktu tempuh yang lebih lama dan datang lebih awal ke terminal keberangkatan.
Informasi mengenai penambahan durasi perjalanan ini penting bagi para penumpang yang akan menggunakan layanan DAMRI menuju Bandara Soekarno-Hatta. Perencanaan perjalanan yang matang sangat dibutuhkan untuk menghindari keterlambatan penerbangan. Penting bagi penumpang untuk memantau informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas dan jadwal keberangkatan DAMRI.
Situasi Banjir di Bekasi
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan bahwa banjir yang terjadi pada awal Maret 2025 merupakan yang terparah sepanjang sejarah. Tujuh kecamatan di Bekasi terdampak, yaitu Jatiasih, Bekasi Selatan, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bantar Gebang, Pondok Gede, dan Rawa Lumbu. Kondisi ini di luar prediksi dan berdampak signifikan, tidak hanya bagi warga, tetapi juga bagi operasional transportasi umum seperti DAMRI.
Banjir ini menunjukkan perlunya upaya mitigasi bencana yang lebih komprehensif di wilayah Bekasi. Perbaikan infrastruktur dan sistem drainase menjadi sangat penting untuk mengurangi dampak banjir di masa mendatang dan menjamin kelancaran transportasi umum.
Alternatif Transportasi
Sebagai informasi tambahan, bagi masyarakat yang hendak menuju Bandara Soekarno-Hatta dan khawatir akan keterlambatan DAMRI akibat banjir, ada baiknya mempertimbangkan alternatif transportasi lain. Masyarakat dapat mengeksplorasi pilihan transportasi seperti taksi online, kereta api, atau transportasi pribadi. Namun, penting juga untuk mempertimbangkan kondisi lalu lintas di jalur alternatif.
Dengan mempertimbangkan berbagai alternatif transportasi dan informasi terkini mengenai kondisi banjir, masyarakat dapat merencanakan perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan lebih efektif dan efisien, terutama selama masa darurat banjir seperti yang terjadi di Bekasi.
Kondisi banjir di Bekasi juga berdampak pada moda transportasi lainnya seperti Stasiun Bekasi yang sempat tergenang air, meskipun operasional KRL tetap normal. Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam dan dampaknya terhadap berbagai sektor, termasuk transportasi publik.