CEO Baru Intel Asal Malaysia Siap Revolusikan Raksasa Teknologi

CEO Intel, Lip-Bu Tan, akan melakukan perombakan besar-besaran di Intel, terutama dalam metode pembuatan chip dan strategi kecerdasan buatan (AI) perusahaan. Tan, seorang veteran di Intel yang mengundurkan diri pada tahun 2024, kembali ditunjuk sebagai CEO dan akan memimpin perusahaan mulai 18 Maret 2025.

Informasi ini diungkap oleh Reuters pada Rabu, 19 Maret 2025. Rencana Tan untuk menyelamatkan Intel meliputi dua strategi utama: restrukturisasi pendekatan Intel terhadap AI dan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

PHK dianggap perlu karena Tan menilai Intel terlalu lamban dan memiliki terlalu banyak pegawai, terutama di lapisan manajemen menengah. Efisiensi operasional menjadi prioritas utama dalam rencana perombakan ini.

Perombakan Strategi AI dan Produksi Semikonduktor

Selain PHK, Tan juga berencana merombak operasional produksi semikonduktor Intel. Sebelumnya, Intel hanya memproduksi chip untuk kebutuhan internal. Namun, Tan berencana untuk mengubah strategi ini dan memproduksi semikonduktor untuk perusahaan lain, seperti Nvidia. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan diversifikasi bisnis Intel.

Detail rencana perubahan masih dalam tahap formulasi dan dapat berubah di masa mendatang. Namun, pengumuman tersebut telah berdampak positif pada saham Intel, yang naik 8% setelah Tan ditunjuk sebagai CEO baru.

Tan telah bertemu dengan karyawan Intel dan menyampaikan perlunya “keputusan berat”. Pernyataan ini dikonfirmasi oleh dua orang yang hadir dalam pertemuan tersebut, yang menunjukkan akan ada perubahan signifikan dalam kultur dan operasional perusahaan.

Analisis Kinerja CEO Sebelumnya dan Latar Belakang Lip-Bu Tan

Analis industri semikonduktor, Dylan Patel, memberikan analisis menarik mengenai kepemimpinan CEO Intel sebelumnya, Pat Gelsinger. Patel menyebut Gelsinger “terlalu baik” karena enggan melakukan PHK di lapisan manajemen menengah meskipun hal tersebut diperlukan untuk efisiensi perusahaan.

Lip-Bu Tan sendiri merupakan sosok berpengalaman di industri semikonduktor, lahir di Malaysia. Ia merupakan mitra pendiri Walden Catalyst Ventures dan ketua Walden International. Saat ini, ia juga duduk di dewan direksi Credo Technology Group dan Schneider Electric.

Pengalaman luas Tan di bidang investasi dan manajemen perusahaan teknologi dipercaya dapat membawa angin segar bagi Intel yang tengah menghadapi tantangan persaingan yang ketat di industri semikonduktor. Tantangan utama yang dihadapi Intel adalah bagaimana meningkatkan efisiensi operasional, berinovasi dalam teknologi AI, dan memenangkan kembali pangsa pasar.

Potensi Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meskipun rencana perombakan ini menjanjikan, Tan juga akan menghadapi berbagai tantangan. Implementasi PHK dapat menimbulkan reaksi negatif dari karyawan dan berdampak pada moral kerja. Selain itu, perubahan strategi produksi semikonduktor juga memerlukan investasi dan perencanaan yang matang untuk memastikan keberhasilannya.

Namun, dengan pengalaman dan reputasinya, Tan diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi Intel dan mengembalikan kejayaannya di industri semikonduktor. Keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada kemampuannya untuk mengeksekusi rencana dengan efektif dan mengatasi potensi tantangan yang muncul.

Kesimpulannya, perombakan besar di Intel di bawah kepemimpinan Lip-Bu Tan menandai babak baru bagi perusahaan. Meskipun penuh tantangan, rencana ini berpotensi membawa Intel kembali ke jalur yang tepat dengan fokus pada efisiensi, inovasi AI, dan diversifikasi bisnis. Waktu akan membuktikan apakah strategi yang diambil Tan akan berhasil.

Exit mobile version