PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (Cinema XXI) berhasil membukukan laba bersih yang mengesankan sebesar Rp 802,5 miliar pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 8,1 persen dibandingkan tahun 2023, sebuah prestasi yang patut diapresiasi di tengah dinamika industri perfilman.
Pendapatan perusahaan juga mengalami pertumbuhan signifikan, mencapai Rp 5,7 triliun atau naik 9,2 persen dari tahun sebelumnya. Keberhasilan ini didorong oleh peningkatan jumlah penonton dan strategi ekspansi yang agresif yang dijalankan oleh Cinema XXI.
Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi pada pencapaian positif ini. Ia menekankan pentingnya dukungan dari penonton, industri perfilman, pemerintah, pemegang saham, mitra bisnis, dan seluruh pemangku kepentingan dalam keberlangsungan dan perkembangan Cinema XXI.
Pertumbuhan Signifikan: Penjualan Tiket dan Makanan & Minuman
Kontribusi terbesar terhadap pendapatan Cinema XXI berasal dari penjualan tiket dan makanan & minuman, yang mencapai angka fantastis sebesar Rp 5,5 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 9,8 persen dibandingkan tahun 2023, menunjukkan strategi diversifikasi produk dan layanan yang efektif.
Pertumbuhan pendapatan ini bukan hanya karena peningkatan jumlah penonton, tetapi juga karena peningkatan rata-rata pengeluaran per penonton. Hal ini menunjukkan keberhasilan strategi pemasaran dan pengelolaan produk makanan dan minuman yang ditawarkan di bioskop Cinema XXI. Strategi penambahan menu dan program loyalty juga turut berkontribusi besar.
Strategi Ekspansi dan Inovasi Cinema XXI
Cinema XXI melakukan ekspansi yang agresif dengan membuka 16 bioskop baru di lokasi-lokasi strategis. Penambahan 70 layar juga dilakukan, sehingga total layar yang dimiliki mencapai 1.350 layar di 256 bioskop di seluruh Indonesia. Hal ini memperluas jangkauan dan aksesibilitas bagi para penonton.
Selain ekspansi fisik, Cinema XXI juga berfokus pada diversifikasi menu makanan dan minuman serta program promosi yang lebih efektif. Inovasi dalam menu makanan dan minuman memberikan pilihan yang lebih beragam dan menarik bagi para penonton, meningkatkan daya tarik dan pengalaman menonton.
Strategi tersebut terbukti efektif, terbukti dengan peningkatan jumlah penonton hingga 87,1 juta orang pada tahun 2024, naik 3,3 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 84,3 juta penonton. Ini menunjukkan kepercayaan publik terhadap layanan yang diberikan Cinema XXI.
Dominasi Film Lokal dan Tren Positif Industri Perfilman Indonesia
Suksesnya Cinema XXI juga tak lepas dari tren positif industri perfilman Indonesia. Tahun 2024 mencatat 21 film Indonesia yang mampu menembus angka lebih dari satu juta penonton. Bahkan, 7 dari 10 film terlaris di tahun 2024 merupakan produksi dalam negeri.
Film-film lokal seperti “Agak Laen,” “Vina Sebelum 7 Hari,” “Kang Mak: from Pee Mak,” “Ipar Adalah Maut,” “Badarawuhi di Desa Penari,” dan “Siksa Kubur” berkontribusi besar terhadap peningkatan pendapatan Cinema XXI. Keberhasilan film-film ini menunjukkan potensi besar perfilman Indonesia dan minat penonton terhadap film lokal yang semakin meningkat.
Keberhasilan Cinema XXI menunjukkan potensi besar industri perfilman Indonesia. Dengan strategi bisnis yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, Cinema XXI diharapkan dapat terus bertumbuh dan berkontribusi pada perkembangan industri perfilman nasional.
Ke depannya, Cinema XXI perlu terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan tren pasar untuk mempertahankan kinerja positifnya. Peningkatan kualitas layanan, diversifikasi produk, serta pengembangan teknologi akan menjadi kunci keberhasilan Cinema XXI di masa mendatang. Ekspansi ke daerah-daerah dengan potensi pasar yang belum tergarap juga akan menjadi strategi yang penting.
Sebagai penutup, kesuksesan Cinema XXI merupakan cerminan dari potensi besar industri perfilman Indonesia. Dengan kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak dan terus berinovasi, industri ini diyakini akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.