Kompor dan oven adalah peralatan dapur yang sangat penting. Dengan keduanya, kita dapat memasak beragam hidangan. Namun, penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan kebakaran rumah.
Kebakaran dapur seringkali berawal dari kelalaian saat memasak. Tidak hanya kelalaian, penggunaan kompor yang tidak sesuai standar juga meningkatkan risiko kebakaran.
Tips Menjaga Keamanan Kompor dan Oven
Berikut beberapa tips penting untuk menjaga keamanan kompor dan oven di rumah, berdasarkan referensi dari The Kitchn, yang perlu diketahui setiap pemilik rumah agar terhindar dari kecelakaan.
1. Pasang Braket Kompor
Braket kompor berfungsi untuk menstabilkan posisi kompor. Hal ini mengurangi risiko tumpahan dan percikan api saat memasak. Lebih penting lagi, braket kompor melindungi anak-anak dari bahaya api.
Dengan braket yang terpasang kokoh, kompor tidak mudah goyah atau tergeser, meminimalisir resiko kecelakaan yang mungkin terjadi, terutama bagi anak-anak.
2. Awasi Wajan dan Panci Saat Memasak
Wajan memiliki titik panas yang tinggi. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengawasi wajan dan panci saat memasak agar tidak gosong atau terbakar.
Wajan panas tanpa minyak atau air dapat memanas sangat cepat, meningkatkan risiko kebakaran. Minyak, lemak, atau lapisan anti lengket pada wajan dapat terbakar dan menimbulkan api.
Selalu perhatikan level api yang digunakan. Jangan sampai api terlalu besar dan menyebabkan makanan cepat gosong atau bahkan terbakar.
3. Jangan Melapisi Oven dengan Aluminium Foil
Meskipun terlihat sepele, melapisi bagian dalam oven dengan aluminium foil dapat membahayakan. Foil menghalangi aliran udara, menjebak panas dan meningkatkan risiko kebakaran.
Selain itu, aluminium foil dapat menghalangi panas yang merata, sehingga proses memanggang menjadi tidak sempurna. Aluminium foil juga dapat rusak dan terbakar, menimbulkan asap dan bau tidak sedap.
Lebih jauh lagi, penumpukan panas yang terhalang foil dapat menyebabkan kerusakan pada oven dan bahkan menghasilkan karbon monoksida yang berbahaya.
4. Bersihkan Kompor dan Oven Secara Rutin
Sisa makanan, terutama yang mengandung lemak atau minyak, dapat menempel pada kompor dan oven. Sisa makanan ini meningkatkan risiko kebakaran.
Kompor dan oven yang kotor juga menjadi tempat berkembang biak bakteri dan kuman, membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, bersihkan kompor dan oven secara teratur, minimal 2 minggu sekali.
Gunakan pembersih yang sesuai dengan bahan kompor dan oven untuk hasil yang maksimal dan aman.
5. Sediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Selalu sediakan APAR di dapur. Alat ini sangat penting dalam keadaan darurat untuk mencegah kebakaran meluas dan menjaga keselamatan keluarga.
Pastikan APAR dalam kondisi baik dan terpasang di tempat yang mudah dijangkau. Pelajari cara penggunaan APAR sebelum terjadi keadaan darurat.
6. Jangan Menyiram Air pada Kompor yang Terbakar
Jika terjadi kebakaran pada kompor, jangan pernah menyiramnya dengan air. Air justru akan menyebarkan api dan memperparah keadaan.
Cara yang tepat adalah segera matikan sumber api, lalu tutupi api dengan kain basah yang tebal dan lembab. Setelah api padam, lepaskan regulator dari tabung gas.
Metode ini juga bisa diterapkan pada wajan atau penggorengan yang terbakar. Pastikan pegangannya tertutup kain basah sebelum diangkat untuk menghindari luka bakar.
Dengan mengikuti keenam tips di atas, diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran di dapur dan menjaga keselamatan keluarga.