Gula darah tinggi atau hiperglikemia merupakan kondisi serius yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk komplikasi serius pada kaki. Jika Anda menderita diabetes, penting untuk memahami risiko ini dan langkah-langkah pencegahan yang dapat Anda ambil.
Kerusakan saraf (neuropati) merupakan penyebab utama masalah kaki pada penderita hiperglikemia. Gula darah tinggi yang kronis merusak saraf, pembuluh darah, dan jaringan di seluruh tubuh, termasuk di kaki. Hal ini menyebabkan hilangnya sensasi, rasa nyeri, dan kemampuan tubuh untuk memperbaiki kerusakan jaringan dengan efektif.
Akibatnya, luka kecil sekalipun dapat menjadi infeksi yang serius dan sulit disembuhkan. Luka ini dapat berkembang menjadi borok kaki diabetik yang dalam dan kronis, bahkan gangren yang memerlukan amputasi. Kehilangan sensasi juga berarti Anda mungkin tidak menyadari adanya luka hingga kondisinya sudah memburuk.
Efek Gula Darah Tinggi pada Kaki
Tingkat gula darah tinggi yang berkelanjutan dapat memicu beberapa efek berbahaya pada kaki Anda. Kadar gula darah di atas 180 mg/dL satu atau dua jam setelah makan (untuk penderita diabetes tipe 2) atau di atas 250 mg/dL (untuk penderita diabetes tipe 1) menunjukkan adanya risiko tinggi komplikasi.
Berikut beberapa efek gula darah tinggi pada kaki yang perlu Anda waspadai:
Neuropati Diabetik
Neuropati perifer adalah bentuk neuropati diabetik yang paling umum. Kondisi ini menyebabkan kerusakan saraf di kaki, mengakibatkan mati rasa, kesemutan, nyeri terbakar, atau bahkan hilangnya sensasi sepenuhnya. Hilangnya sensasi ini membuat Anda rentan terhadap cedera tanpa menyadarinya.
Luka kecil, lecet, atau goresan yang biasanya akan sembuh dengan cepat dapat menjadi infeksi serius karena tidak segera dirawat. Infeksi ini dapat menyebar dengan cepat dan sulit disembuhkan, meningkatkan risiko amputasi.
Penyakit Arteri Perifer (PAD)
PAD terjadi ketika penumpukan plak pada arteri mengurangi aliran darah ke kaki. Gula darah tinggi mempercepat proses ini, menyebabkan penyempitan arteri dan berkurangnya suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan kaki.
Akibatnya, kaki menjadi dingin, pucat, dan mudah kram. Luka juga akan sulit sembuh karena kurangnya aliran darah. PAD dapat menyebabkan nyeri hebat saat berjalan (klaudikasio intermiten) dan bahkan gangren.
Infeksi dan Ulkus Kaki Diabetik
Karena hilangnya sensasi dan aliran darah yang buruk, luka kecil pada kaki penderita diabetes dapat dengan mudah terinfeksi. Infeksi ini dapat menyebabkan ulkus kaki diabetik, yang merupakan luka terbuka yang dalam dan lambat sembuh.
Ulkus kaki diabetik dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat, pembengkakan, dan nanah. Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar ke tulang, menyebabkan osteomielitis, yang merupakan infeksi tulang yang serius dan dapat mengancam jiwa.
Gangren
Gangren adalah kematian jaringan tubuh karena kekurangan aliran darah dan oksigen. Pada penderita diabetes, gangren biasanya terjadi di kaki dan jari kaki. Gangren merupakan komplikasi yang sangat serius dan seringkali memerlukan amputasi untuk mencegah penyebaran infeksi.
Gejala gangren meliputi perubahan warna kulit (kehitaman), rasa sakit yang hebat, bau busuk, dan pembengkakan.
Pencegahan dan Pengobatan
Kontrol gula darah yang ketat merupakan langkah penting dalam mencegah komplikasi kaki akibat diabetes. Perawatan yang tepat meliputi diet sehat, olahraga teratur, dan pengobatan sesuai anjuran dokter. Selain itu, penting untuk melakukan pemeriksaan kaki secara teratur dan segera mengobati luka kecil agar tidak berkembang menjadi infeksi yang serius.
Rajin periksa kaki Anda setiap hari untuk mencari tanda-tanda luka, lecet, atau perubahan warna. Jaga kebersihan kaki dan gunakan sepatu yang nyaman dan pas untuk menghindari cedera. Konsultasikan dengan dokter Anda atau podiatrist jika Anda memiliki diabetes dan mengalami masalah kaki.