Hoaks! Sebuah video yang viral di media sosial pada Maret 2025 memperlihatkan seekor paus yang tampak sedang melahap sebuah kapal pesiar atau yacht. Klaim ini terbukti salah. Tim Cek Fakta Kompas.com telah melakukan verifikasi dan menemukan bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI).
Video tersebut awalnya dibagikan di berbagai platform media sosial, termasuk Facebook dan X (sebelumnya Twitter). Narasi yang beredar sangat sederhana, berupa pertanyaan dan pernyataan singkat yang mengisyaratkan kejadian yang luar biasa dan mengerikan. Misalnya, “Kapal ditelan ikan?”, “Ngeri ya dilaut?”, dan “Kapal Yacht dimakan ikan Paus Whale…..”
Penelusuran lebih lanjut oleh Tim Cek Fakta Kompas.com dilakukan melalui pencarian di Google Search dengan kata kunci yang relevan, seperti “whale swallows yacht”. Pencarian ini membuahkan hasil berupa artikel dari media internasional, Times Now, yang juga melaporkan video tersebut sebagai hasil manipulasi AI.
Narasi dan Penyebaran Hoaks
Video hoaks ini tersebar luas di berbagai akun media sosial, menjangkau audiens yang cukup besar. Keberhasilan penyebaran hoaks ini menunjukkan betapa pentingnya literasi digital dan kemampuan untuk mengenali konten palsu. Penyebaran melalui beberapa postingan di Facebook dan platform media sosial lain memperkuat dampak dari informasi yang salah ini.
Analisis Video dan Bukti Manipulasi AI
Times Now, dalam laporannya, menunjukkan sejumlah kejanggalan dalam video tersebut. Gerakan paus dan kapal tampak tidak natural. Tekstur air dan kapal terlihat tidak konsisten. Ada distorsi visual yang signifikan, khususnya pada detail kapal dan orang-orang yang berada di dalamnya. Semua ini menunjukkan tanda-tanda manipulasi digital yang dilakukan dengan bantuan kecerdasan buatan.
Selain itu, absennya laporan dari media kredibel lainnya yang mengkonfirmasi kejadian tersebut menjadi bukti kuat bahwa video tersebut adalah palsu. Ketidakhadiran berita dari sumber terpercaya memperkuat kesimpulan bahwa video tersebut adalah hoaks.
Teknik Manipulasi AI yang Digunakan
Kemungkinan besar, video tersebut dibuat menggunakan perangkat lunak pengeditan video yang canggih dan didukung oleh teknologi AI. Algoritma AI memungkinkan manipulasi yang sangat realistis, hingga sulit dibedakan dari video asli. Kemajuan teknologi AI membuat pembuatan konten palsu menjadi semakin mudah dan semakin meyakinkan.
Teknik yang mungkin digunakan termasuk penggabungan elemen-elemen dari video yang berbeda, modifikasi tekstur dan warna, serta penambahan efek khusus untuk menciptakan ilusi. Perlu diwaspadai bahwa teknologi AI akan terus berkembang, dan akan semakin sulit membedakan konten yang asli dari konten yang direkayasa.
Pentingnya Literasi Digital
Kejadian ini menyoroti pentingnya literasi digital bagi masyarakat. Kita perlu mengembangkan kemampuan untuk mengidentifikasi dan memverifikasi informasi yang kita temui di dunia maya. Jangan terburu-buru percaya dan menyebarkan informasi tanpa terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap kredibilitas sumbernya.
Selalu periksa berbagai sumber informasi yang terpercaya sebelum membagikan informasi ke orang lain. Kehati-hatian dan sikap kritis sangat penting dalam era informasi digital yang serba cepat dan mudah diakses ini. Keterampilan ini melindungi diri kita sendiri dari informasi palsu dan menjaga kredibilitas informasi yang kita bagikan.
Kesimpulan
Video paus yang melahap yacht adalah hoaks yang dihasilkan melalui manipulasi AI. Ketidakkonsistenan visual, absennya laporan dari media kredibel, serta temuan Times Now memperkuat kesimpulan ini. Kasus ini menekankan pentingnya kewaspadaan dan literasi digital dalam menghadapi informasi yang beredar di dunia maya.
Dengan berkembangnya teknologi AI, kita perlu lebih kritis dan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Perlu adanya upaya kolektif untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan dalam mendeteksi konten palsu.