Hong Kong akan menaikkan pajak keberangkatan penumpang pesawat (Air Passenger Departure Tax) sebesar 67 persen mulai Oktober 2025. Kenaikan ini akan berlaku untuk tiket pesawat yang dibeli setelah tanggal 1 Oktober 2025. Pajak akan meningkat dari 120 dollar Hong Kong (sekitar Rp 253.753) menjadi 200 dollar Hong Kong (sekitar Rp 423.140).
Pengumuman kenaikan pajak ini disampaikan oleh Sekretaris Keuangan Hong Kong, Paul Chan, dalam presentasi anggaran 2025-2026 pada pertengahan Februari lalu. Pemerintah Hong Kong berharap kenaikan pajak ini dapat membantu mengatasi defisit keuangan negara.
Diperkirakan, kenaikan pajak ini akan menghasilkan tambahan pendapatan pemerintah sebesar 1,6 miliar dollar Hong Kong setiap tahunnya. Meskipun demikian, Paul Chan menyatakan bahwa dampaknya terhadap penumpang pesawat diperkirakan akan minimal.
Siapa Saja yang Kena Pajak Keberangkatan Hong Kong?
Kenaikan pajak keberangkatan ini berlaku untuk semua penumpang berusia 12 tahun ke atas yang berangkat dari Bandara Internasional Hong Kong. Pajak ini sudah termasuk dalam harga tiket pesawat sehingga penumpang tidak perlu membayarnya secara terpisah.
Namun, ada pengecualian. Penumpang yang hanya transit atau singgah sementara di Hong Kong kemungkinan besar tidak akan dikenakan pajak ini. Mereka dapat mengajukan pengembalian dana melalui Departemen Penerbangan Sipil Hong Kong jika dikenakan pajak.
Proses pengajuan pengembalian dana tersebut perlu dikonfirmasi lebih lanjut melalui situs resmi Departemen Penerbangan Sipil Hong Kong atau menghubungi pihak bandara. Dokumen pendukung yang dibutuhkan untuk pengajuan pengembalian dana ini juga perlu dipersiapkan dengan lengkap dan sesuai persyaratan.
Dampak Kenaikan Pajak Terhadap Pariwisata Hong Kong
Kenaikan pajak ini tentu saja berpotensi memengaruhi jumlah wisatawan yang berkunjung ke Hong Kong. Besarnya pengaruhnya masih perlu dipantau dan dievaluasi lebih lanjut. Pemerintah Hong Kong perlu mempertimbangkan strategi untuk tetap menarik wisatawan meskipun ada kenaikan biaya perjalanan.
Potensi penurunan jumlah wisatawan dapat diimbangi dengan strategi promosi pariwisata yang lebih agresif. Promosi dapat difokuskan pada daya tarik wisata Hong Kong yang unik dan tak tertandingi, seperti keindahan alam, kuliner, dan budaya lokal yang kaya.
Selain itu, pemerintah juga dapat mempertimbangkan untuk memberikan insentif atau diskon tertentu bagi wisatawan, terutama dari negara-negara yang menjadi pasar utama pariwisata Hong Kong. Hal ini dapat membantu mengurangi dampak negatif dari kenaikan pajak keberangkatan.
Alternatif Transportasi dan Perencanaan Perjalanan
Bagi para wisatawan yang ingin mengurangi biaya perjalanan ke Hong Kong, ada beberapa hal yang dapat dipertimbangkan. Salah satunya adalah mencari tiket pesawat yang lebih murah dengan membandingkan harga dari berbagai maskapai penerbangan.
Selain itu, wisatawan juga bisa mempertimbangkan untuk menggunakan alternatif transportasi lain seperti kapal laut atau kereta api, jika memungkinkan. Perencanaan perjalanan yang matang dan memperhitungkan berbagai faktor biaya dapat membantu meminimalisir pengeluaran.
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor ini, wisatawan diharapkan tetap dapat menikmati perjalanan wisata ke Hong Kong tanpa terlalu terbebani dengan kenaikan pajak keberangkatan.
Ilustrasi pertunjukan drone dan kembang api di Victoria Harbour, Hong Kong. (Dok. Hong Kong Tourism Board)