Ikuti Jejak Singapura: Danantara Dukung Program Perumahan Rakyat

Hashim Djojohadikusumo, Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan adik Presiden Prabowo Subianto, mengumumkan peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dalam mendanai program perumahan pemerintah yang ambisius. Program ini terinspirasi oleh model Housing and Development Board (HDB) Singapura, bertujuan membangun perumahan publik yang terjangkau dan ramah lingkungan.

Pemerintah berencana membangun perumahan publik dengan meniru keberhasilan program HDB Singapura. Model ini dinilai efektif dalam menyediakan perumahan yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat. BPI Danantara akan menjadi salah satu pendana utama proyek perumahan berskala besar ini.

Hashim menjelaskan bahwa Danantara akan menggunakan likuiditas dari bank-bank pemerintah untuk membiayai program ini. Selain itu, skema pembiayaan akan mengacu pada sistem tabungan sosial di Singapura (CPF) dan simpanan pekerja di Malaysia (EPF), menawarkan opsi pembiayaan yang lebih inklusif bagi masyarakat.

Program Perumahan Pemerintah: Sasaran dan Fitur Unggulan

Program perumahan ini menargetkan 37 juta keluarga di perkotaan dan pedesaan yang membutuhkan tempat tinggal yang layak. Rumah-rumah yang dibangun akan dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti air bersih, listrik, dan lantai keramik, sekaligus meningkatkan kualitas hidup penghuninya.

Selain itu, desain perumahan akan mengedepankan prinsip ramah lingkungan. Penggunaan panel surya, kincir angin, atau turbin angin di atas gedung apartemen akan menjadi pertimbangan utama. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah untuk mengurangi emisi karbon dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

Menanggulangi Stunting melalui Perumahan Layak

Hashim menekankan pentingnya lingkungan tempat tinggal yang layak dalam memerangi stunting. Stunting tidak hanya disebabkan oleh kekurangan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan hidup yang kurang memadai. Program ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya penurunan angka stunting di Indonesia.

Proyeksi Pembangunan dan Dampak Ekonomi

Hashim memproyeksikan pembangunan 3 juta unit rumah per tahun, atau total 30 juta unit dalam 10 tahun. Program ini diperkirakan akan mendorong pertumbuhan investasi sebesar 2-2,5 persen per tahun, memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Target ambisius ini membutuhkan kerja sama dan sinergi yang kuat antar berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan lembaga keuangan. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada efisiensi pengelolaan dana, pengawasan yang ketat, dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan.

Pendanaan dan Kolaborasi

Pemerintah menargetkan suntikan dana hingga Rp 300 triliun per tahun untuk BPI Danantara. Hashim juga berharap investor internasional, seperti Ray Dalio, bersedia berpartisipasi dalam proyek ini. Kolaborasi antar berbagai pihak akan menjadi kunci keberhasilan program perumahan skala besar ini.

Kesuksesan program ini bergantung pada berbagai faktor, termasuk ketersediaan lahan, regulasi yang mendukung, dan kemampuan dalam mengelola dana dengan efektif. Keberhasilan program ini akan memberikan dampak signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat Indonesia dan perekonomian nasional.

Exit mobile version