Jennie BLACKPINK, penyanyi solo wanita terkenal dari grup idola K-Pop BLACKPINK, tengah menghadapi kontroversi terkait lagu terbarunya, “Like Jennie,” yang terdapat dalam album solonya, Ruby. Sejumlah penggemar K-Pop menuduh lagu tersebut menjiplak “Rani’s Intro Theme,” sebuah lagu India yang rilis tahun 2023.
Tudingan plagiarisme ini muncul karena kemiripan yang terdengar pada pengulangan cepat nama “Jennie” diiringi musik yang memiliki tempo dan nuansa yang mirip dengan pengulangan nama “Rani” dalam lagu India tersebut. Baik “Like Jennie” maupun “Rani’s Intro Theme” menggunakan repetisi nama sebagai elemen penting dalam lirik dan aransemen musiknya.
Album Ruby sendiri telah mendapat pujian, bahkan dinobatkan oleh Grammy sebagai album wajib dengar. Namun, kontroversi ini sedikit mencoreng kesuksesan tersebut. Lagu “Rani’s Intro Theme” merupakan soundtrack original (OST) film Rocky Aur Rani Kii Prem Kahaani dan dinyanyikan oleh Brianna Supriyo.
Tanggapan Pencipta Lagu India
Pritam Chakraborty, pencipta “Rani’s Intro Theme,” telah menanggapi tudingan plagiarisme tersebut melalui akun Instagram pribadinya. Ia menjelaskan bahwa kemiripan antara kedua lagu tersebut hanya terletak pada rima nama “Jennie” dan “Rani,” dan bukan merupakan sebuah plagiarisme.
Pritam menekankan bahwa dalam dunia musik, kemiripan minor sering terjadi, baik dalam hal rima, susunan kata, atau bahkan genre musik yang sama. Pernyataan ini bertujuan untuk meredam kontroversi yang sedang ramai di media sosial.
Tanggapan Pritam ini disambut positif oleh banyak penggemar Jennie, yang menilai sikapnya dewasa dan bijaksana. Banyak yang memberikan apresiasi atas klarifikasi yang diberikan oleh Pritam.
Reaksi Netizen dan Fans
Di sisi lain, sejumlah netizen meminta para penuduh untuk meminta maaf kepada Jennie atas tudingan plagiarisme yang belum terbukti tersebut. Mereka menganggap tuduhan tersebut telah menimbulkan kontroversi yang tidak perlu.
Hingga saat ini, baik Jennie maupun agensinya, YG Entertainment, belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan plagiarisme tersebut. Keheningan ini semakin membuat perdebatan di kalangan netizen dan penggemar semakin memanas.
Perbedaan antara “menginspirasi” dan “menjiplak” memang sangat tipis dalam dunia seni. Garis batas antara kedua hal tersebut seringkali sulit untuk ditentukan, dan memerlukan analisis yang lebih mendalam dari ahli musik untuk memberikan kesimpulan yang objektif.
Analisis Lebih Lanjut
Untuk memastikan adanya plagiarisme, diperlukan analisis komparatif yang menyeluruh, termasuk melodi, harmoni, ritme, dan struktur lagu secara keseluruhan. Analisis tersebut sebaiknya dilakukan oleh pakar musik independen dan netral untuk menghindari bias.
Selain itu, perlu dipertimbangkan pula konteks budaya dan musikalitas dari kedua lagu. Kemiripan dalam penggunaan nama dan repetisi lirik dapat terjadi secara kebetulan, terutama jika kedua lagu tersebut berasal dari budaya yang berbeda.
Kasus ini menunjukkan pentingnya pemahaman yang lebih baik tentang hak cipta dan batas-batas etika dalam industri musik. Tuduhan plagiarisme harus didasari pada bukti yang kuat dan analisis yang obyektif, bukan hanya pada persepsi atau opini pribadi.
Kesimpulannya, kontroversi “Like Jennie” masih belum menemukan titik terang. Ketiadaan pernyataan resmi dari pihak Jennie dan agensi, serta tanggapan pencipta lagu India yang relatif meredakan situasi, membuat perdebatan di dunia maya terus berlanjut. Kasus ini menyoroti kerumitan dalam menilai kemiripan musikal dan pentingnya pendekatan yang bijaksana dalam menghadapi tuduhan plagiarisme.