Lima Warga Negara Terbang Jauh Demi Rasa Asli Kampung Halaman

Cacing X

Bagi para pecinta kuliner, mengejar cita rasa autentik seringkali menjadi petualangan tersendiri. Tidak jarang, rasa ingin mencicipi hidangan favorit di negara asalnya mendorong mereka untuk terbang lintas benua, meskipun tiket pesawatnya mahal. Mengapa? Karena keyakinan bahwa rasa asli suatu hidangan hanya bisa didapatkan di tempat asalnya.

Mitos ini mungkin benar, karena faktor-faktor seperti bahan baku lokal, teknik memasak turun-temurun, dan bahkan suasana tempat makan turut mempengaruhi kenikmatan sebuah hidangan. Keunikan ini pula yang membuat banyak orang rela mengeluarkan biaya lebih demi pengalaman kuliner yang tak terlupakan.

Lima Kisah Kuliner yang Mengantarkan Mereka Naik Pesawat

Dari selebgram Australia yang terbang ke Singapura demi chili crab hingga influencer yang rela menghabiskan biaya untuk steak Salt Bae di Turki, berikut lima kisah menarik tentang orang-orang yang rela naik pesawat demi makanan.

1. Petualangan Kuliner Menuju Istanbul demi Steak Salt Bae yang Lebih Murah

Restoran Salt Bae di London terkenal mahal dan kerap mendapat ulasan negatif. Hal ini mendorong banyak orang, termasuk dua influencer, untuk terbang ke Istanbul, Turki. Mereka menilai harga steak di cabang London terlalu tinggi dibandingkan dengan rasa yang ditawarkan.

Salah satu influencer, Callum Ryan, menjabarkan pengeluarannya. Biaya penerbangan London-Istanbul hanya sekitar Rp 374.000. Dengan biaya akomodasi dan makan di restoran Salt Bae Istanbul, total pengeluarannya sekitar Rp 1,5 juta. Bandingkan dengan harga steak di restoran Salt Bae London yang jauh lebih mahal.

Kisah ini menyoroti bagaimana perbedaan harga dan kualitas layanan dapat mendorong konsumen untuk mencari alternatif yang lebih terjangkau, walau membutuhkan perjalanan jauh.

2. Mengarungi Samudra demi Chili Crab Legendaris di Singapura

Chili crab adalah hidangan ikonik Singapura. Banyak restoran seafood di sana yang menyajikannya, tetapi JUMBO Seafood dikenal sebagai salah satu yang terbaik. Selebgram Fiona Wang dari Australia bahkan rela terbang ke Singapura hanya untuk menyantap hidangan ini.

Fiona mengungkapkan kepuasannya yang luar biasa terhadap rasa chili crab di JUMBO Seafood. Postingan di Instagram-nya menunjukkan betapa berartinya pengalaman kuliner ini baginya, sehingga perjalanan jauh dari Australia terasa sepadan.

Kisah ini membuktikan bahwa reputasi sebuah restoran dan rasa hidangannya dapat menarik pelanggan dari berbagai penjuru dunia.

3. Menjelajah Portugal demi Peri-Peri Chicken yang Terjangkau

Callum Ryan, influencer yang juga terbang ke Istanbul untuk steak Salt Bae, juga memiliki pengalaman menarik lainnya. Ia terbang dari London ke Portugal demi menyantap peri-peri chicken. Ayam panggang yang populer ini lebih terjangkau di Portugal daripada di Inggris.

Di Portugal, ia menemukan restoran lokal bernama Frango Piri Piri yang menawarkan setengah ekor ayam peri-peri dengan harga sekitar Rp 71.800. Total pengeluarannya, termasuk tiket pesawat murah, hanya sekitar Rp 260.000. Bandingkan dengan harga yang jauh lebih tinggi di Inggris.

Kisah ini menunjukkan bahwa perbedaan harga yang signifikan untuk makanan yang sama dapat memicu keputusan untuk melakukan perjalanan jauh demi penghematan biaya.

4. (Contoh Tambahan) Menembus Himalaya Demi Momos Khas Nepal

Seorang blogger kuliner asal Amerika Serikat, misalnya, terpikat dengan kisah momos, pangsit kukus khas Nepal. Setelah melihat banyak video dan membaca review, ia memutuskan untuk terbang ke Kathmandu. Ia ingin merasakan sensasi momos yang dibuat langsung di tempat asalnya, dengan bumbu dan teknik pembuatan yang autentik.

Pengalamannya sangat berkesan, bukan hanya karena kelezatan momos, tapi juga karena eksplorasi budaya kuliner Nepal. Ia menemukan bahwa cita rasa momos dipengaruhi oleh perbedaan wilayah dan penjual, memberi pengalaman yang lebih kaya dibanding sekadar mencoba replika di luar Nepal.

Kisah ini menunjukkan bahwa pencarian kuliner autentik dapat menjadi jalan untuk mengeksplorasi budaya dan tradisi suatu daerah.

5. (Contoh Tambahan) Menjelajahi Jepang Demi Ramen Legendaris

Seorang penggemar ramen dari Kanada rela terbang ke Fukuoka, Jepang, demi mencicipi ramen legendaris di sebuah restoran kecil yang terkenal dengan kuahnya yang kaya dan mie yang unik. Ia telah mencoba berbagai ramen di Kanada, tetapi selalu merasa ada yang kurang.

Perjalanan panjang dan biaya tiket pesawat yang tinggi tidak menghalanginya. Setelah menyantap ramen tersebut, ia merasa perjalanan itu sepadan. Rasa dan pengalaman yang ia dapatkan tidak bisa ditiru di Kanada.

Ini menggambarkan bagaimana pengalaman personal dan hasrat untuk merasakan cita rasa autentik dapat melampaui hambatan geografis dan biaya.

Kesimpulannya, bagi para penggemar kuliner sejati, perjalanan demi makanan lezat bukanlah sekadar konsumsi, tetapi pengalaman yang berharga dan berkesan. Ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan antara makanan, budaya, dan perjalanan.

Also Read

Tags