Menikah di KUA: Berapa Lama Persiapan yang Ideal?

Cacing X

Menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) menjadi pilihan praktis bagi pasangan yang mendambakan pernikahan sederhana namun tetap sah secara agama dan negara. Prosesnya yang efisien dan biaya yang relatif terjangkau menjadi daya tarik tersendiri.

Zevana Arga Ane Angesti dan Advent Putra, misalnya, memilih untuk menikah di KUA pada 28 November 2024. Kisah mereka menjadi inspirasi bagi banyak pasangan muda yang ingin merayakan pernikahan dengan cara yang lebih intim dan bermakna.

Berapa Lama Persiapan Menikah di KUA?

Banyak pasangan bertanya-tanya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan pernikahan di KUA? Jawabannya relatif, bergantung pada kompleksitas situasi masing-masing pasangan.

Zevana, yang akrab disapa Zeva, mulai mengurus berkas pernikahan tiga bulan sebelum hari H. Proses ini meliputi pengumpulan berbagai dokumen penting, pembuatan surat pengantar dari RT/RW, dan sebagainya.

Namun, pengalaman Zeva sedikit berbeda karena suaminya, Advent, seorang mualaf. Persiapan pernikahan mereka menjadi lebih panjang, sekitar enam bulan sebelum hari pernikahan.

Persiapan Mualaf dan Dokumen Penting

Proses pendampingan Advent menjadi mualaf membutuhkan waktu dan dokumen tersendiri. Zeva bersyukur karena ada yayasan yang membantu proses tersebut, termasuk pengurusan sertifikat mualaf yang menjadi syarat penting dalam dokumen pernikahan di KUA.

Pihak KUA juga memberikan dukungan penuh dalam proses ini, mendampingi Advent dari tahap pembelajaran agama Islam hingga resmi menjadi seorang Muslim. Keterlibatan KUA dalam hal ini sangat membantu kelancaran proses pernikahan.

Tips Mempersiapkan Pernikahan di KUA

Meskipun persiapan pernikahan di KUA relatif singkat, pengalaman Zeva menunjukkan pentingnya perencanaan yang matang dan tidak menunda pengurusan berkas. Semakin cepat berkas lengkap, semakin lancar prosesnya.

Berikut beberapa tips mempersiapkan pernikahan di KUA:

  • Mulailah mengurus berkas minimal tiga bulan sebelum tanggal pernikahan. Ini waktu yang ideal untuk mengantisipasi kendala administrasi yang mungkin terjadi.
  • Cek persyaratan dokumen yang dibutuhkan di KUA setempat. Persyaratan bisa sedikit berbeda di setiap wilayah.
  • Siapkan dokumen pribadi, seperti KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, dan surat keterangan belum menikah.
  • Jika salah satu pihak mualaf, pastikan proses konversi agama sudah rampung dan sertifikatnya telah tersedia.
  • Konsultasikan dengan pihak KUA sejak dini untuk mendapat informasi yang akurat dan bantuan jika dibutuhkan.
  • Pernikahan di KUA memang menekankan kesederhanaan, namun bukan berarti persiapannya bisa dilakukan secara asal-asalan. Perencanaan yang matang akan memastikan hari bahagia Anda berjalan lancar dan penuh berkah.

    Selain kemudahan dan efisiensi, menikah di KUA juga memberikan kesempatan untuk fokus pada esensi pernikahan itu sendiri: ikrar janji suci di hadapan Tuhan dan keluarga. Kesederhanaan ini justru bisa menjadikannya lebih bermakna dan tak terlupakan.

    Semoga informasi ini bermanfaat bagi pasangan yang berencana menikah di KUA. Selamat mempersiapkan pernikahan!

    Also Read

    Tags