Para astronom mungkin telah memecahkan misteri sinyal sinar-X misterius yang telah membingungkan mereka selama lebih dari empat dekade. Sinyal ini berasal dari bintang sekarat di pusat Nebula Helix, juga dikenal sebagai WD 2226-210. Data terbaru dari teleskop Chandra X-ray Observatory dan XMM-Newton menunjukkan bahwa penyebabnya kemungkinan adalah sebuah planet yang hancur.
Nebula planet adalah tahap akhir evolusi bintang seperti Matahari. Setelah menghabiskan bahan bakar nuklirnya, bintang tersebut akan melepaskan lapisan luarnya, meninggalkan inti kecil dan padat yang disebut katai putih. Katai putih ini sangat redup, namun tetap memancarkan sinar-X yang misterius dalam kasus Nebula Helix.
Sandino Estrada-Dorado dari National Autonomous University of Mexico menyatakan, “Kami mungkin akhirnya menemukan penyebab misteri yang berlangsung selama lebih dari 40 tahun.” Ia dan timnya berpendapat bahwa sinyal sinar-X berasal dari puing-puing planet yang tercabik-cabik oleh gaya gravitasi katai putih. Ini merupakan hipotesis yang revolusioner.
Jika benar, ini akan menjadi kasus pertama yang teramati di mana sebuah planet hancur oleh bintang pusat di nebula planet. Data menunjukkan perubahan halus dan teratur dalam sinyal sinar-X setiap 2,9 jam, menunjukkan adanya sisa-sisa planet yang sangat dekat dengan katai putih.
Hipotesis Planet yang Hancur
Awalnya, para ilmuwan menduga adanya planet seukuran Neptunus yang mengorbit sangat dekat dengan katai putih. Namun, studi terbaru menunjukkan kemungkinan keberadaan planet yang lebih besar, mungkin seukuran Jupiter, yang bahkan lebih dekat lagi. Jarak orbit yang sangat dekat ini menjadi kunci dalam penjelasan fenomena tersebut.
Chandra X-ray Center (CXC) menjelaskan, “Planet itu awalnya bisa jadi berada pada jarak yang cukup jauh dari katai putih, tapi kemudian bermigrasi ke dalam karena berinteraksi dengan gravitasi planet lain dalam sistem. Begitu mendekati katai putih, gravitasi bintang akan menghancurkan sebagian atau seluruh planet itu.” Proses migrasi planet ini merupakan mekanisme yang umum terjadi dalam sistem bintang.
Implikasi Penemuan
Penemuan ini memiliki implikasi yang signifikan bagi pemahaman kita tentang evolusi planet di sekitar bintang sekarat. Ia memberikan bukti langsung tentang nasib planet-planet yang berada dalam jarak dekat dengan katai putih. Studi ini membantu kita menjawab pertanyaan mendasar tentang bagaimana sistem planet berevolusi seiring dengan penuaan bintang induknya.
Astrofisikawan Jesus Toala menambahkan, “Penting menemukan lebih banyak sistem seperti ini karena dapat mengajari kita tentang kelangsungan hidup atau kehancuran planet-planet di sekitar bintang-bintang seperti Matahari saat mereka memasuki usia tua.” Studi lebih lanjut sangat penting untuk mengkonfirmasi temuan ini dan untuk menemukan lebih banyak sistem serupa.
Proses penghancuran planet oleh katai putih ini mungkin melibatkan serangkaian peristiwa yang kompleks. Gaya pasang surut yang kuat dari katai putih dapat merobek planet tersebut, dan puing-puingnya kemudian akan membentuk cakram akresi di sekitar katai putih. Proses ini dapat menghasilkan emisi sinar-X yang diamati.
Kesimpulannya, penemuan ini memberikan wawasan yang berharga tentang nasib planet-planet dalam sistem bintang tua. Studi lebih lanjut diharapkan dapat memberikan lebih banyak informasi mengenai mekanisme yang menyebabkan penghancuran planet ini dan kemungkinan adanya planet-planet lain yang mengalami nasib serupa di seluruh galaksi.