Samsung telah melengkapi seri flagship terbarunya, Galaxy S25, dengan chipset Snapdragon 8 Elite yang dilengkapi Neural Processing Unit (NPU) mumpuni untuk pemrosesan AI langsung di perangkat. Meskipun ini merupakan kemajuan signifikan, banyak fitur Galaxy AI masih bergantung pada pemrosesan cloud. Pengguna yang memprioritaskan privasi data mungkin ingin mempertimbangkan untuk mengaktifkan pemrosesan on-device.
Pemrosesan on-device menawarkan keuntungan utama yaitu keamanan data yang lebih tinggi. Data sensitif, seperti percakapan yang diterjemahkan secara real-time oleh fitur Call Assist, atau data gambar yang diolah oleh fitur pengeditan foto berbasis AI, tetap berada di dalam perangkat dan tidak dikirim ke server cloud. Meskipun Samsung menjamin keamanan data dengan berbagai perlindungan, pemrosesan on-device memberikan lapisan keamanan ekstra bagi pengguna yang sangat peduli dengan privasi.
Kenapa Perlu Pemrosesan On-Device?
Keunggulan utama pemrosesan on-device adalah privasi. Dengan semua pemrosesan dilakukan di dalam perangkat, data pengguna tetap terlindungi dan tidak perlu dikirim ke server eksternal, mengurangi risiko kebocoran data atau penyalahgunaan informasi pribadi. Hal ini sangat penting, terutama untuk fitur-fitur yang melibatkan data sensitif seperti percakapan pribadi, informasi kesehatan, atau gambar pribadi.
Meskipun pemrosesan cloud menawarkan kecepatan dan akurasi yang lebih tinggi, terutama untuk tugas-tugas kompleks seperti transkripsi dan pengeditan gambar, pemrosesan on-device memberikan kontrol penuh atas data pengguna. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi pengguna yang menginginkan kendali atas data mereka sendiri.
Konsekuensi Mengaktifkan Pemrosesan On-Device
Mengaktifkan pemrosesan on-device akan membatasi beberapa fitur Galaxy AI. Hal ini karena beberapa fitur tersebut bergantung pada daya komputasi cloud untuk kinerja optimal dan hasil yang lebih akurat, terutama untuk tugas-tugas yang intensif secara komputasi.
Berikut beberapa fitur yang mungkin terpengaruh:
- Writing Assist: Summarize, Organize, Auto Format, Spelling & Grammar, Generate Cover
- Browsing Assist: Summarize, Read Highlights Aloud
- Photo Assist: Sketch to Edit, Portrait Studio
Kinerja beberapa fitur mungkin juga akan lebih lambat karena perangkat harus memproses semua data secara mandiri, tanpa bantuan dari server cloud.
Cara Mengaktifkan Pemrosesan On-Device Galaxy AI
Mengaktifkan opsi ini cukup mudah. Ikuti langkah-langkah berikut:
- Buka Settings pada perangkat Galaxy Anda yang menjalankan One UI 6 atau versi lebih baru.
- Cari dan pilih menu Galaxy AI.
- Cari opsi “Process data only on device” dan aktifkan.
Setelah mengaktifkan, beberapa fitur mungkin tidak berfungsi. Anda dapat menonaktifkan opsi ini kembali kapan saja jika diperlukan.
Perlu diingat bahwa sebagian besar fitur Galaxy AI pada beberapa HP Samsung tertentu sudah memproses data langsung di perangkat secara default. Namun, mengaktifkan “Process data only on device” secara manual menjamin bahwa semua pemrosesan AI dilakukan secara lokal, memaksimalkan privasi data.
One UI 8 dan Perilisannya
Samsung sebelumnya mengalami keterlambatan dalam peluncuran One UI 7, yang menyebabkan beberapa kekecewaan di kalangan pengguna. Keterlambatan tersebut sebagian diakibatkan oleh tantangan dalam pembaruan berbasis Android 15. Namun, sebuah rumor menyebutkan bahwa Samsung mungkin akan merilis One UI 8 yang berbasis Android 16 lebih cepat dari perkiraan.
Sumber anonim menyatakan bahwa One UI 8 mungkin akan tersedia lebih cepat dari yang diperkirakan, terutama karena jadwal rilis Android 16 dari Google yang cukup agresif. Jika ini benar, hal ini akan menandai peningkatan signifikan dalam strategi peluncuran pembaruan Samsung.
Meskipun informasi ini masih berupa rumor, dan perlu dikonfirmasi oleh Samsung secara resmi, pengguna Galaxy dapat menantikan informasi lebih lanjut. Tetaplah bersikap skeptis sampai ada pengumuman resmi.
Sebagai penutup, pemilihan antara pemrosesan cloud dan on-device untuk fitur Galaxy AI bergantung pada prioritas masing-masing pengguna. Jika privasi data adalah hal yang utama, maka pemrosesan on-device adalah pilihan yang tepat, meskipun dengan beberapa keterbatasan fitur. Sebaliknya, jika kecepatan dan akurasi menjadi prioritas utama, maka pemrosesan cloud tetap menjadi pilihan yang lebih baik.