Lexus RZ 450e, kembaran Toyota bZ4x, menawarkan pengalaman berkendara ramah lingkungan yang berbeda. Desain dan performanya yang bertenaga menjadikannya pilihan menarik di lini produk bebas emisi Toyota Group. Klaim jarak tempuh hingga 400 kilometer dalam sekali pengisian penuh berdasarkan pengujian WLTP dengan baterai 71,4 kWh.
Namun, bagaimana performa RZ 450e dalam kondisi real-time? Untuk mengujinya, dilakukan perjalanan dari Semarang ke Karawang (sekitar 470 km) dengan empat orang dewasa (rata-rata 75 kg) dan seluruh fitur diaktifkan, termasuk AC dengan suhu terendah. Perjalanan ini dibagi menjadi dua etape dengan istirahat di rest area.
Etape pertama, dari Semarang menuju KM 260, diwarnai kemacetan dan jalanan tidak rata. Kecepatan dijaga maksimal 120 km/jam. Pada titik istirahat pertama, baterai RZ 450e telah terpakai 50 persen (167,8 km terpakai, estimasi sisa 158 km).
Etape kedua lebih menantang. Baterai sudah mendekati batas minimum 20 persen, dan notifikasi pengisian daya muncul. Kendaraan berhasil mencapai rest area KM 102 dengan baterai hampir habis (nol persen), setelah menempuh 324,5 km.
Setelah istirahat, RZ 450e masih mampu melaju 5 km lagi sebelum benar-benar mati (total 328,8 km). Setelah berhenti, setir terasa berat. Namun, layanan Lexus Concierge Center siap membantu dengan mengirimkan mobil pengisi daya.
Jarak tempuh aktual (328,8 km) jauh berbeda dengan klaim WLTP (400 km). Perbedaan ini menunjukkan pengaruh signifikan beban kendaraan dan kondisi jalan terhadap konsumsi daya. Kondisi jalanan yang padat, kontur jalan yang tidak rata, dan penggunaan AC penuh turut memengaruhi jarak tempuh.
Kesimpulannya, Lexus RZ 450e memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan, namun jarak tempuh sebenarnya tergantung pada berbagai faktor. Fitur-fitur keselamatan dan layanan purna jual Lexus yang responsif tetap menjadi nilai tambah. Pengalaman ini menjadi pembelajaran penting untuk mengelola daya baterai kendaraan listrik, terutama dalam perjalanan jauh.
Informasi tambahan: Pengujian ini dilakukan pada akhir tahun 2024, bertepatan dengan libur akhir tahun sehingga kepadatan lalu lintas cukup tinggi. Kondisi cuaca dan suhu lingkungan juga dapat memengaruhi konsumsi daya baterai.
Saran: Untuk perjalanan jauh dengan kendaraan listrik, perencanaan rute yang matang dan pengisian daya yang cukup sangat penting. Mengetahui karakteristik jalan dan potensi kendala selama perjalanan dapat membantu mengoptimalkan konsumsi daya baterai dan menghindari situasi darurat.
Perlu dipertimbangkan juga bahwa penggunaan fitur-fitur seperti pemanas dan pendingin kabin sangat mempengaruhi konsumsi energi. Memanfaatkan fitur-fitur hemat energi seperti pengaturan kecepatan konstan dan regeneratif braking dapat membantu memperpanjang jarak tempuh.