Rahasia Browsing Anda: Bisakah Penyedia WiFi Mengintip Aktivitas Online Kita?

Kehadiran WiFi telah merevolusi cara kita terhubung ke internet, namun keamanan data pribadi seringkali menjadi pertanyaan. Banyak yang khawatir penyedia WiFi dapat mengakses riwayat pencarian kita. Apakah kekhawatiran ini berdasar?

Riwayat pencarian kita, yang tersimpan dalam search history, umumnya hanya dapat diakses oleh kita sendiri. Kecuali jika kita secara sengaja membagikannya, informasi tersebut seharusnya bersifat pribadi. Namun, ada kekhawatiran lain yang lebih serius.

Beredar isu bahwa penyedia WiFi dapat melacak aktivitas online penggunanya. Isu ini ternyata benar. Menurut situs Veepn, penyedia WiFi memang memiliki akses terhadap detail pencarian dan aktivitas online pengguna mereka.

Benarkah Penyedia WiFi Dapat Mengetahui Riwayat Pencarian?

Jawaban singkatnya: ya. Router modem menyimpan catatan semua perangkat yang terhubung. Admin atau pemilik WiFi yang memiliki akses ke panel admin router dapat melihat riwayat pencarian tersebut.

Ini berlaku untuk WiFi publik di hotel, kafe, sekolah, kantor, atau bahkan WiFi rumah orang lain. Bukan hanya riwayat pencarian, pemilik WiFi dan Internet Service Provider (ISP) juga dapat memantau siapa saja yang mengakses internet melalui jaringan mereka.

Bahkan mode incognito atau mode samaran tidak sepenuhnya melindungi privasi kita. Mode ini hanya menyembunyikan riwayat pencarian di perangkat, bukan dari penyedia WiFi. Broadlinc menjelaskan bahwa pemilik WiFi tetap bisa mengakses informasi tersebut melalui panel admin router.

Bagaimana Menjaga Keamanan Data Online saat Menggunakan WiFi?

Mengingat potensi risiko tersebut, penting untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi privasi online kita saat menggunakan WiFi, meskipun langkah-langkah ini tidak menjamin keamanan absolut.

Berikut beberapa tips untuk berselancar di internet dengan lebih aman, sebagaimana disarankan oleh VPN Overview:

1. Gunakan VPN (Virtual Private Network)

VPN merupakan cara paling efektif untuk melindungi riwayat pencarian. VPN mengenkripsi data internet dan memodifikasi alamat IP kita, sehingga aktivitas online menjadi lebih sulit dilacak.

2. Gunakan Incognito Mode

Meskipun tidak sepenuhnya aman dari pemantauan penyedia WiFi, mode incognito membantu mencegah browser menyimpan cookie, data, dan riwayat pencarian di perangkat lokal.

3. Nonaktifkan Cookie pada Browser

Cookie digunakan untuk melacak kebiasaan dan preferensi pencarian. Menonaktifkannya dapat mengurangi jumlah data yang dikumpulkan oleh situs web. Untuk menonaktifkan cookie di Chrome, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Buka Pengaturan
  2. Klik ‘Pengaturan Lanjutan’
  3. Klik ‘Privasi dan Keamanan’
  4. Klik ‘Pengaturan Situs’ dan pilih ‘Cookie’
  5. Blokir semua cookie.

4. Gunakan Server Proxy

Server proxy menyembunyikan alamat IP kita dari situs web yang dikunjungi. Namun, berbeda dengan VPN, server proxy tidak mengenkripsi data, sehingga aktivitas online masih berpotensi untuk dilacak.

5. Gunakan Browser yang Mendukung Privasi

Beberapa browser dirancang untuk meminimalkan pengumpulan data pribadi dan membatasi penggunaan cookie. Tor Browser adalah salah satu contohnya.

Dengan menerapkan tips-tips di atas, kita dapat mengurangi risiko pelacakan aktivitas online kita saat menggunakan WiFi publik maupun pribadi. Ingatlah bahwa keamanan online adalah tanggung jawab bersama, dan selalu ada potensi risiko yang perlu diwaspadai.

Selain tips di atas, pertimbangkan juga untuk hanya mengakses situs web yang terpercaya dan aman saat menggunakan WiFi publik. Hindari melakukan transaksi online yang melibatkan informasi sensitif, seperti informasi keuangan atau data pribadi yang penting, pada jaringan WiFi yang tidak terenkripsi dengan baik. Selalu waspada dan berhati-hati dalam berselancar di internet.

Exit mobile version