Beredar di media sosial foto yang menampilkan sejumlah robot bekerja di sawah layaknya petani. Foto tersebut diklaim berasal dari China dan menunjukkan robot petani canggih yang mengancam lapangan kerja manusia. Namun, klaim ini perlu diverifikasi kebenarannya.
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri lebih lanjut asal usul foto tersebut. Foto tersebut ditemukan dalam video YouTube berdurasi singkat (5 detik) di akun “farming diaries”. Penelusuran menggunakan alat Hive Moderation menunjukkan bahwa video tersebut kemungkinan besar (99 persen) merupakan hasil buatan kecerdasan buatan (AI).
Hasil penelusuran lebih lanjut tidak menemukan berita dari media kredibel yang membenarkan keberadaan robot humanoid yang berfungsi sebagai petani. Ini menunjukkan bahwa informasi mengenai robot petani di China yang mengancam tenaga kerja manusia masih belum terbukti kebenarannya.
Kesimpulan: Hoaks
Berdasarkan investigasi yang dilakukan, foto robot petani yang beredar di media sosial merupakan hasil manipulasi AI. Tidak ada bukti valid yang mendukung klaim tentang keberadaan robot petani seperti yang digambarkan di foto tersebut. Oleh karena itu, informasi tersebut dikategorikan sebagai hoaks.
Ancaman Otomatisasi di Sektor Pertanian
Meskipun foto tersebut hoaks, penting untuk mencermati perkembangan teknologi otomatisasi di sektor pertanian. Teknologi pertanian presisi, seperti penggunaan drone, sensor, dan sistem irigasi otomatis, memang semakin berkembang dan berpotensi mempengaruhi tenaga kerja manusia.
Namun, perkembangan ini tidak selalu berarti penggantian total tenaga kerja manusia. Sebaliknya, teknologi tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas, memungkinkan petani untuk mengerjakan tugas yang lebih kompleks dan strategis. Otomatisasi dapat mengurangi beban kerja fisik yang berat, dan meningkatkan kualitas hasil panen.
Dampak Positif dan Negatif Otomatisasi
Oleh karena itu, perlu adanya strategi yang tepat untuk mengantisipasi dampak otomatisasi di sektor pertanian. Hal ini termasuk pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi para petani agar dapat beradaptasi dengan teknologi baru, serta kebijakan pemerintah yang mendukung transisi menuju pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan.
Perlu diingat, perkembangan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia, bukan untuk menggantikannya secara keseluruhan. Penting untuk selalu kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial dan memverifikasi kebenarannya sebelum menyebarkannya lebih lanjut.