RUPST Bank Mandiri: Dividen, Direksi Baru, dan Strategi Mendatang

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa, 25 Maret 2025, pukul 14.00 WIB di Auditorium Plaza Mandiri. Agenda RUPST ini mencakup delapan mata acara penting yang akan menentukan arah perusahaan ke depan.

Salah satu agenda utama adalah persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan tahunan Bank Mandiri. Hal ini penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas kinerja perusahaan kepada pemegang saham.

Selanjutnya, RUPST akan membahas persetujuan penggunaan laba bersih tahun buku 2024. Bagian ini akan meliputi penetapan dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham, serta alokasi laba untuk investasi dan pengembangan perusahaan.

Gaji, honorarium, fasilitas, dan tunjangan untuk direksi dan komisaris Bank Mandiri untuk tahun 2025 juga akan ditentukan dalam RUPST. Besarannya akan mempertimbangkan kinerja perusahaan dan standar industri perbankan.

Penentuan Tantiem dan Insentif

RUPST akan membahas tantiem atau insentif kerja untuk direksi dan dewan komisaris berdasarkan kinerja tahun buku 2024. Besaran tantiem ini akan menjadi refleksi atas pencapaian target perusahaan selama periode tersebut.

Selain itu, akan dibahas pula insentif jangka panjang periode 2025-2027. Insentif ini bertujuan untuk memotivasi manajemen dalam mencapai target jangka panjang yang telah ditetapkan Bank Mandiri.

Agenda Strategis Bank Mandiri

Agenda lainnya meliputi persetujuan penunjukan akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan Bank Mandiri. Hal ini penting untuk menjaga independensi dan keakuratan pelaporan keuangan.

RUPST juga akan membahas pengkinian Rencana Aksi (Recovery Plan) Bank Mandiri. Rencana ini penting sebagai antisipasi terhadap berbagai risiko yang mungkin dihadapi perusahaan.

Perubahan anggaran dasar juga akan dibahas dalam RUPST. Perubahan ini mungkin mencakup hal-hal seperti penyederhanaan struktur organisasi atau penyesuaian dengan regulasi terbaru.

Bank Mandiri juga akan membahas rencana pembelian kembali (buyback) saham dan pengalihan saham hasil buyback yang disimpan sebagai saham treasuri. Strategi ini dapat digunakan untuk menstabilkan harga saham atau meningkatkan nilai perusahaan.

Perubahan Susunan Pengurus

Agenda terakhir dan yang paling menarik perhatian adalah perubahan susunan pengurus perseroan. Meskipun Direktur Utama Darmawan Junaidi diperkirakan akan tetap menjabat, perubahan signifikan diperkirakan terjadi pada posisi Wakil Direktur Utama.

Alexandra Askandar dikabarkan akan meninggalkan Bank Mandiri. Meskipun sebelumnya diproyeksikan untuk mengisi posisi penting di BRI atau LPS, posisi tersebut telah terisi. Kompas.com telah berupaya untuk mengkonfirmasi hal ini kepada yang bersangkutan, namun belum mendapat tanggapan.

Selain Wakil Direktur Utama, empat direktur lainnya juga akan mengakhiri masa jabatan mereka pada tahun 2025. Mereka adalah Direktur Keuangan Sigit Prastowo, Direktur Jaringan dan Ritel Banking Aquarius Rudiantoro, Direktur Operasi Tono E.B. Supari, dan Direktur Hubungan Kelembagaan Rohan Hafas.

Aquarius Rudiantoro dikabarkan akan bergabung dengan BRI sebagai Direktur Network dan Ritel Funding. Posisi dari tiga direktur lainnya masih belum diketahui. Perubahan susunan direksi ini akan membentuk dinamika baru dalam manajemen Bank Mandiri.

RUPST Bank Mandiri ini sangat penting, tidak hanya bagi pemegang saham, tetapi juga bagi industri perbankan Indonesia secara keseluruhan. Keputusan-keputusan yang diambil akan mempengaruhi kinerja dan arah strategis Bank Mandiri di masa mendatang.

Informasi lebih detail mengenai hasil RUPST Bank Mandiri akan diumumkan segera setelah rapat selesai. Publik diharapkan dapat terus memantau perkembangan informasi resmi dari Bank Mandiri.

Exit mobile version