Aktor Sony Septian, suami Fairuz A Rafiq, baru-baru ini pulih dari kondisi kesehatan yang serius. Setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama satu bulan pada tahun lalu, kini kesehatannya telah membaik secara signifikan. Fairuz mengungkapkan rasa syukur atas kesembuhan suaminya dan kemampuannya untuk menjalankan ibadah puasa dengan lancar.
Pada tahun sebelumnya, Sony Septian didiagnosis menderita penyumbatan pembuluh darah di otak dan leher. Kondisi medis ini, yang dikenal secara medis sebagai stenosis arteri karotis, merupakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera.
Stenosis arteri karotis terjadi ketika plak, yaitu endapan yang terdiri dari kalsium, kolesterol, dan jaringan fibrosa, menumpuk di dinding pembuluh darah. Proses penumpukan ini disebut aterosklerosis. Plak ini mempersempit pembuluh darah, mengurangi aliran darah ke otak.
Penyumbatan Pembuluh Darah: Sebuah Ancaman Tersembunyi
Penyumbatan pembuluh darah dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, namun sangat berbahaya jika terjadi di pembuluh darah yang menuju otak. Otak sangat bergantung pada pasokan oksigen dan nutrisi yang konstan untuk berfungsi dengan baik. Penyumbatan dapat mengganggu aliran darah ini, menyebabkan kerusakan sel otak.
Selain penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak, terdapat risiko lain yang signifikan. Sepotong plak dapat pecah dan terlepas, menjadi emboli yang kemudian mengalir ke arteri yang lebih kecil di otak, menyebabkan penyumbatan mendadak dan parah. Hal ini dapat memicu stroke iskemik, di mana sel-sel otak mulai mati karena kekurangan oksigen.
Faktor Risiko Stenosis Arteri Karotis
Beberapa faktor meningkatkan risiko seseorang mengalami stenosis arteri karotis. Faktor-faktor tersebut antara lain usia lanjut, riwayat keluarga dengan penyakit jantung koroner atau stroke, merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan obesitas. Gaya hidup sehat sangat penting untuk mengurangi risiko ini.
Gejala Penyumbatan Pembuluh Darah di Otak dan Leher
Gejala stenosis arteri karotis dapat bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Beberapa gejala yang mungkin muncul termasuk sakit kepala, pusing, penglihatan kabur atau ganda, kelemahan pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara atau memahami ucapan, kehilangan keseimbangan, dan mati rasa atau kesemutan pada wajah, lengan, atau kaki.
Penting untuk diingat bahwa tidak semua orang dengan stenosis arteri karotis akan mengalami gejala. Banyak orang mungkin tidak menyadari adanya penyumbatan hingga terjadi stroke.
Pencegahan dan Penanganan
Pencegahan merupakan langkah terbaik. Menjaga gaya hidup sehat, termasuk diet seimbang, olahraga teratur, tidak merokok, dan mengelola tekanan darah dan kolesterol, sangat penting. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga dianjurkan untuk deteksi dini.
Penanganan stenosis arteri karotis bergantung pada tingkat keparahan penyumbatan dan gejala yang dialami. Beberapa pilihan pengobatan meliputi perubahan gaya hidup, obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah dan kolesterol, serta prosedur bedah seperti endarterektomi karotis atau angioplasti karotis.
Kasus Sony Septian menyoroti pentingnya kesadaran akan kondisi ini. Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas, segera konsultasikan dengan dokter. Deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti stroke.