PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) resmi menghentikan operasional rute 5D Cililitan-Ancol mulai Jumat, 28 Februari 2025. Pengumuman ini disampaikan melalui akun Instagram resmi Transjakarta, @infotije. Keputusan ini diambil untuk mengurangi beban di Halte Cawang Sentral yang kerap mengalami kepadatan selama jam sibuk.
Rute 5D selama ini melayani perjalanan dari Cililitan menuju Ancol, melewati sejumlah jalan utama di Jakarta. Rute lengkapnya adalah: Cililitan – Cawang Cililitan – Cawang Sentral BNN – Cawang – Cawang Baru – Gelanggang Remaja – Bidara Cina – Kampung Melayu – Jatinegara – Bali Mester – Matraman Baru – Kesatrian – Tegalan – Matraman – Paseban – Salemba – Kramat Sentiong – Pal Putih – Senen Sentral – Lapangan Banteng – Pasar Baru Timur – Jembatan Merah – Gunung Sahari – Pademangan – Ancol.
Penghentian rute ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan Transjakarta, khususnya di Halte Cawang Sentral. Kepadatan di halte tersebut selama ini menyebabkan antrean panjang bus dan waktu tunggu penumpang yang lama, terutama pada pagi dan sore hari. Dengan pengurangan beban di halte tersebut, diharapkan pelayanan Transjakarta bisa lebih optimal.
Alasan Penghentian Rute 5D Cililitan-Ancol
Menurut Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Ayu Wardhani, penghentian rute 5D bertujuan untuk mengurangi kepadatan di Halte Cawang Sentral. Halte ini menjadi titik kritis karena banyaknya penumpang yang naik dan turun di jam-jam sibuk. Dengan menghilangkan rute 5D, diharapkan kepadatan tersebut dapat berkurang secara signifikan.
Keputusan ini juga mungkin didasari oleh pertimbangan efisiensi operasional. Rute 5D yang panjang dan melewati banyak halte mungkin dianggap kurang efisien dibandingkan dengan menggunakan kombinasi rute lain. Penggunaan kombinasi rute koridor lain dapat memberikan alternatif yang lebih efektif dan cepat bagi penumpang.
Alternatif Rute Perjalanan
Bagi penumpang yang sebelumnya menggunakan rute 5D, Transjakarta menawarkan alternatif dengan mengkombinasikan dua koridor. Penumpang dapat naik bus koridor 7 dari Cililitan menuju Halte Kampung Melayu, kemudian melanjutkan perjalanan dengan koridor 5 menuju Ancol. Meskipun membutuhkan waktu transit, diharapkan alternatif ini tetap efisien dan praktis.
Transjakarta menyarankan penumpang untuk memanfaatkan aplikasi JakLingko untuk merencanakan perjalanan dan mengetahui rute alternatif terbaik. Aplikasi ini menyediakan informasi real-time tentang posisi bus, waktu kedatangan, dan rute yang tersedia. Dengan demikian, penumpang dapat merencanakan perjalanan dengan lebih mudah dan menghindari potensi keterlambatan.
Dampak Penghentian Rute dan Respon Masyarakat
Penghentian rute 5D Cililitan-Ancol tentu akan berdampak pada penumpang yang terbiasa menggunakan rute tersebut. Beberapa penumpang mungkin akan mengalami ketidaknyamanan karena harus berganti bus dan menyesuaikan dengan rute alternatif. Namun, Transjakarta berharap langkah ini akan berdampak positif jangka panjang pada efisiensi dan kualitas layanan secara keseluruhan.
Sampai saat ini belum ada informasi resmi mengenai tanggapan masyarakat terhadap penghentian rute 5D. Namun, diharapkan Transjakarta akan terus memantau dan melakukan evaluasi atas kebijakan ini, serta memberikan respon terhadap masukan dan keluhan dari masyarakat. Transparansi dan komunikasi yang baik sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Informasi Tambahan Terkait Kebijakan Transjakarta
Sebagai informasi tambahan, Transjakarta baru-baru ini juga mengumumkan program gratis naik Transjakarta, MRT, dan LRT bagi 15 golongan tertentu. Program ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi publik dan mengurangi kemacetan di Jakarta. Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat diakses melalui situs resmi Transjakarta atau media lainnya.
Langkah-langkah yang diambil Transjakarta, termasuk penghentian rute 5D dan program gratis naik transportasi publik, menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan layanan dan efisiensi operasional. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pengguna dan menciptakan sistem transportasi publik yang lebih terintegrasi dan handal di Jakarta.