Waspadai 6 Makanan & Minuman Pencetus Lonjakan Asam Urat

Makanan dan minuman tertentu dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Kadar asam urat yang tinggi, atau hiperurisemia, dapat menyebabkan nyeri sendi, pembengkakan, dan kekakuan. Hal ini disebabkan oleh kandungan purin dalam makanan dan minuman tersebut.

Purin merupakan senyawa alami yang ditemukan dalam berbagai makanan dan minuman. Tubuh memetabolisme purin menjadi asam urat, yang biasanya dikeluarkan melalui urine. Namun, konsumsi purin berlebih dapat menyebabkan penumpukan asam urat dalam darah.

Penumpukan asam urat ini dapat memicu pembentukan kristal di persendian, jaringan, dan organ lainnya, mengakibatkan peradangan dan rasa sakit yang signifikan. Oleh karena itu, penting untuk memahami makanan dan minuman tinggi purin yang perlu dihindari atau dibatasi konsumsinya.

Daftar Makanan dan Minuman yang Meningkatkan Asam Urat

Berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang diketahui memiliki kandungan purin tinggi dan berpotensi meningkatkan kadar asam urat. Daftar ini tidaklah lengkap, dan setiap individu mungkin memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap purin.

Jeroan

Jeroan, seperti hati, ginjal, jantung, lidah, dan babat, termasuk makanan dengan kandungan purin sangat tinggi. Konsumsi jeroan perlu dibatasi, terutama bagi penderita asam urat tinggi. Hati ayam dan sapi, ginjal babi, serta susu ikan kod, memiliki kandungan purin yang lebih tinggi dibandingkan jeroan lainnya.

Sebaiknya hindari konsumsi jeroan secara berlebihan. Jika Anda memang mengkonsumsinya, pastikan porsi yang dikonsumsi sangat sedikit dan tidak terlalu sering.

Daging Merah

Daging merah, termasuk sapi, babi, domba, rusa, dan mamalia lainnya, juga mengandung purin dalam jumlah signifikan. Konsumsi daging merah secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kadar asam urat tinggi. Pilihlah daging merah tanpa lemak dan batasi porsinya.

Sebagai alternatif, Anda bisa mengganti konsumsi daging merah dengan sumber protein lain yang lebih rendah purin, seperti ikan, unggas tanpa kulit, atau kacang-kacangan.

Seafood Tertentu

Beberapa jenis seafood, seperti kerang, sarden, dan ikan teri, memiliki kandungan purin yang cukup tinggi. Meskipun seafood umumnya baik untuk kesehatan, penderita asam urat perlu memperhatikan jenis dan porsi seafood yang dikonsumsi.

Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui jenis seafood yang aman dikonsumsi dan jumlah yang sesuai bagi kondisi Anda. Beberapa jenis ikan putih umumnya lebih rendah purin.

Minuman Manis

Minuman manis, seperti soda, jus buah kemasan, dan minuman bergula lainnya, dapat meningkatkan kadar asam urat. Gula tinggi dapat mengganggu metabolisme purin dan memperburuk kondisi asam urat. Pilihlah air putih sebagai minuman utama.

Selain itu, minuman beralkohol juga dapat meningkatkan kadar asam urat. Alkohol mengganggu proses pengeluaran asam urat oleh ginjal. Hindari atau batasi konsumsi minuman beralkohol.

Sayuran Tertentu

Meskipun sebagian besar sayuran rendah purin, beberapa sayuran seperti asparagus, jamur, kembang kol, dan bayam mengandung purin dalam jumlah sedang. Meskipun tidak perlu dihindari sepenuhnya, konsumsi sayuran ini perlu diperhatikan porsinya, terutama jika Anda memiliki riwayat asam urat.

Meskipun beberapa sayuran mengandung purin, manfaatnya bagi kesehatan jauh lebih besar daripada risikonya. Pastikan Anda mengkonsumsi berbagai jenis sayuran dengan porsi yang seimbang.

Tips Mengelola Asam Urat

Selain membatasi makanan tinggi purin, menjaga berat badan ideal, berolahraga secara teratur, dan minum air putih yang cukup sangat penting dalam mengelola kadar asam urat. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan rencana diet dan gaya hidup yang sesuai dengan kondisi Anda.

Pengobatan medis juga mungkin diperlukan untuk mengontrol kadar asam urat, terutama jika kadarnya sudah sangat tinggi atau menyebabkan gejala yang signifikan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Exit mobile version