Xiaomi baru-baru ini meluncurkan pendingin ruangan pintar pertamanya di Indonesia, Mijia Air Conditioner Pro Eco. AC ini dirancang khusus untuk iklim tropis Indonesia, hasil riset dan masukan dari konsumen lokal. Kehadirannya di pasar Indonesia tentu menarik untuk dibandingkan dengan produk lokal, seperti ACMU dari Muhammadiyah.
Perbandingan antara Mijia Air Conditioner Pro Eco dan ACMU menunjukkan perbedaan pendekatan teknologi. Mijia mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk fleksibilitas dan efisiensi energi, sementara ACMU mengandalkan teknologi inverter untuk pengaturan suhu yang presisi dan hemat energi.
Mijia Air Conditioner Pro Eco: Pendingin Ruangan Pintar Berbasis AI
Salah satu keunggulan Mijia Air Conditioner Pro Eco adalah kemampuannya mendinginkan ruangan dengan cepat, hanya dalam waktu 30 detik berkat teknologi Quick Cooling. Aliran udara yang lembut dihasilkan melalui 14 bilah ayun dan 602 lubang mikro, cocok bagi mereka yang sensitif terhadap angin langsung.
Sebagai AC split inverter 1 PK, Mijia memiliki daya 600W dan rating CSPF 5,74 dengan efisiensi energi bintang lima. Keunggulan lainnya adalah tingkat kebisingan yang rendah, hanya 23 dB, sehingga tidak mengganggu kenyamanan. Fitur hemat energi berbasis AI memungkinkan pengaturan suhu yang cepat dan akurat.
Mijia juga dilengkapi fitur pembersihan otomatis dan pengingat pembersihan filter, memastikan kualitas udara tetap bersih berkat filter anti-bakteri dan anti-jamur. Integrasi dengan aplikasi Xiaomi Home memungkinkan kontrol dan pemantauan konsumsi daya dari jarak jauh.
ACMU: Pendingin Ruangan Hemat Energi dengan Sentuhan Islami
ACMU, produk dari PT Green Sinar Mentari yang berafiliasi dengan Muhammadiyah, menawarkan pendingin ruangan hemat energi yang dirancang untuk kenyamanan maksimal. Teknologi inverter pada ACMU memungkinkan pengaturan suhu yang efisien dengan konsumsi listrik yang rendah.
Berbeda dengan AC konvensional yang kompresornya bekerja secara “on-off”, ACMU beroperasi secara kontinu, menyesuaikan daya sesuai kebutuhan pendinginan. Hal ini menghasilkan penghematan energi dan ramah lingkungan karena emisi karbon yang lebih rendah.
ACMU juga menawarkan tingkat kebisingan yang rendah karena tidak ada suara nyala-mati kompresor yang khas pada AC konvensional. Tersedia dalam tiga kapasitas (1 PK, 1,5 PK, dan 2 PK), desain modernnya cocok untuk berbagai interior rumah maupun kantor.
Fitur unik ACMU adalah integrasi pengingat waktu sholat. Pengguna dapat memilih untuk menampilkan jadwal sholat secara visual atau mendapatkan pengingat azan saat waktu sholat tiba. Ini merupakan nilai tambah yang menarik bagi pasar Indonesia yang mayoritas muslim.
Spesifikasi Detail ACMU
ACMU 1 PK
Smart DC Inverter; Kapasitas Pendingin 9000 Btu/h; Daya Masukan 820 W; Arus Masukan 3.8 A; Tegangan Kerja 220~; Frekuensi 50 Hz; Konsumsi Daya Maks 1600 W; Konsumsi Arus Maks 8.0 A; Refrigerant R32
ACMU 1,5 PK
Smart DC Inverter; Kapasitas Pendingin 12000 Btu/h; Daya Masukan 1,170 W; Arus Masukan 5.4 A; Tegangan Kerja 220~; Frekuensi 50 Hz; Konsumsi Daya Maks 1600 W; Konsumsi Arus Maks 8.0 A; Refrigerant R32
ACMU 2 PK
Smart DC Inverter; Kapasitas Pendingin 18000 Btu/h; Daya Masukan 1,760 W; Arus Masukan 8.3 A; Tegangan Kerja 220~; Frekuensi 60 Hz; Konsumsi Daya Maks 1900 W; Konsumsi Arus Maks 9.0 A; Refrigerant R32
Kesimpulannya, baik Mijia Air Conditioner Pro Eco maupun ACMU menawarkan solusi pendingin ruangan yang menarik dengan keunggulan masing-masing. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan dan preferensi konsumen, apakah menginginkan fitur-fitur pintar berbasis AI atau solusi hemat energi dengan sentuhan Islami.
Perlu dipertimbangkan juga faktor harga dan ketersediaan layanan purna jual saat memilih antara kedua produk tersebut. Informasi lebih lanjut mengenai harga dan ketersediaan dapat diperoleh dari distributor resmi masing-masing produk.