Yahoo Melepas TechCrunch: Era Baru Bagi Raksasa Berita Teknologi

Redaksi

TechCrunch, situs berita teknologi yang telah beroperasi selama 20 tahun, resmi beralih kepemilikan. Yahoo, pemilik sebelumnya, telah menjual situs tersebut kepada perusahaan ekuitas swasta Regent, dengan nilai transaksi yang dirahasiakan. Pengumuman resmi penjualan ini disampaikan pada Jumat, 21 Maret 2023.

Informasi ini disampaikan berbarengan dengan berita akuisisi lain oleh Regent. Seperti yang dilaporkan The Verge pada Sabtu, 22 Maret 2023, Regent juga baru saja mengakuisisi Foundry, perusahaan induk dari beberapa situs teknologi ternama seperti PCWorld, Macworld, dan TechAdvisor. Akuisisi Foundry terjadi sehari sebelum pengumuman penjualan TechCrunch.

Perjalanan TechCrunch selama ini cukup panjang dan penuh dinamika. Didirikan pada tahun 2005, situs ini telah berganti pemilik beberapa kali. AOL mengakuisisi TechCrunch pada tahun 2010, menandai babak baru dalam sejarah situs tersebut.

Kemudian, akuisisi AOL oleh Verizon pada tahun 2015, diikuti oleh akuisisi Yahoo oleh Verizon pada tahun 2017, membuat TechCrunch berada di bawah naungan Verizon. Bersama Engadget, Yahoo Sports, dan situs-situs lain, TechCrunch digabung ke dalam divisi baru bernama Oath, yang kemudian berganti nama menjadi Verizon Media.

Pada tahun 2021, Verizon menjual divisi medianya, termasuk Verizon Media, kepada Apollo Global Management senilai 5 miliar dolar AS (sekitar Rp82,5 triliun dengan kurs saat ini). Divisi ini kemudian berganti nama menjadi Yahoo!. Keputusan Yahoo untuk melepaskan TechCrunch didasarkan pada perbedaan DNA perusahaan dengan portofolio Yahoo lainnya.

Alasan Penjualan TechCrunch oleh Yahoo

Dalam pengumuman resminya, pemimpin redaksi TechCrunch, Connie Loizos, menjelaskan alasan di balik penjualan tersebut. Ia menyatakan, “Yahoo memutuskan untuk menjual TechCrunch karena, pada akhirnya, DNA kami sangat berbeda dengan portofolio lainnya.” Pernyataan ini menyiratkan adanya perbedaan strategi dan arah bisnis antara TechCrunch dan Yahoo.

Meskipun dijual, Yahoo tetap mempertahankan sedikit saham di TechCrunch. Hal ini menunjukkan bahwa Yahoo masih memiliki minat tertentu terhadap perkembangan situs tersebut, meskipun telah memutuskan untuk tidak lagi menjadi pemilik utama.

Dampak Penjualan Terhadap TechCrunch dan Industri Media Teknologi

Penjualan TechCrunch ke perusahaan ekuitas swasta seperti Regent menimbulkan pertanyaan tentang masa depan situs tersebut. Perusahaan ekuitas swasta sering kali berfokus pada peningkatan profitabilitas, yang dapat berdampak pada konten dan arah editorial situs. Akan tetapi, hal ini belum tentu buruk, karena perusahaan ekuitas swasta juga bisa menyediakan sumber daya untuk ekspansi dan inovasi.

Penjualan ini juga menjadi contoh terbaru dari konsolidasi yang terjadi di industri media teknologi. Dengan semakin banyaknya situs berita teknologi yang diakuisisi oleh perusahaan besar atau perusahaan ekuitas swasta, persaingan di industri ini menjadi semakin ketat. Hal ini berpotensi memengaruhi keragaman suara dan perspektif dalam pelaporan berita teknologi.

Perbandingan dengan Engadget

Menarik untuk membandingkan nasib TechCrunch dengan Engadget, situs teknologi lain yang juga pernah berada di bawah naungan Yahoo. Meskipun keduanya sama-sama berada di bawah naungan Yahoo, Engadget memiliki nasib yang sedikit berbeda. Tahun lalu, Engadget mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) di tingkat manajemen puncak. Hal ini menunjukkan bahwa Yahoo memiliki strategi berbeda dalam mengelola kedua situs tersebut.

Ke depannya, akan menarik untuk melihat bagaimana kepemilikan baru akan memengaruhi strategi dan konten TechCrunch. Apakah Regent akan mempertahankan arah editorial yang ada, atau apakah akan ada perubahan signifikan? Hanya waktu yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

Kesimpulannya, penjualan TechCrunch ke Regent menandai babak baru dalam sejarah situs berita teknologi yang berpengaruh ini. Perubahan kepemilikan ini juga menjadi refleksi dari dinamika dan konsolidasi yang terjadi di industri media teknologi secara global. Yang pasti, dampak dari perubahan ini terhadap industri dan masa depan TechCrunch sendiri akan sangat menarik untuk diamati.

Also Read

Tags